Rabu, 30 Maret 2011

Karies gigi pada balita

Halo Moms...
Kuatir balita anda terkena karies gigi atau gigi berlubang, gigis, atau gupis?
Jangan kuatir Moms... gigi berlubang atau karies gigi pada balita bisa dicegah sejak dini kok! Berikut kami sajikan informasi lengkap mengenai karies pada gigi balita, lengkap dengan tips mencegahnya...

Gigi berlubang pada balita atau dalam istilah medis disebut early childhood caries (ecc) adalah
"kejadian karies gigi pada 1 gigi atau lebih, atau hilang / rusak parah karena karies gigi, atau penambalan gigi pada gigi susu ketika anak berusia antara 0-71 bulan (6 tahun)"

Seperti apa sih karies gigi itu?
Yuk moms kita periksa gigi si kecil (terutama 4 gigi seri atas yang paling rentan karies), kita buka bibir bagian atasnya, bersihkan sisa-sisa makanan dengan kain kassa dan air hangat lalu kita liat dibawah pencahayaan yang cukup...

Karies gigi tidak selalu berupa lubang atau kavitas, namun merupakan suatu proses seperti gambar berikut ini :
Pada gambar kiri terdapat warna keputihan seperti kapur, yang lebih putih daripada gigi sekitarnya. Keadaan ini disebut White spot lesion dimana mulai terjadi proses karies, namun belum terbentuk lubang gigi atau kavitas. Biasanya white spot terlihat di bagian gigi yang dekat dengan gusi. Pada keadaan ini sudah terjadi kehilangan mineral-mineral elemen gigi yang bila didiamkan akan menjadi lubang atau kavitas (seperti gambar tengah), namun proses ini bisa dihentikan dengan pembersihan yang tepat dan penghentian faktor-faktor penyebabnya.


Pada gambar tengah atau seperti gambar disamping ini, sudah terbentuk kavitas. Kavitas terlihat berwarna kekuningan, dan permukaannya tidak rata, lebih cekung daripada gigi sehat di sekitarnya.
Bila Moms menemukan hal ini pada si kecil, segera bawa ke dokter gigi anak, karena kavitas ini dapat segera ditambal dan bila didiamkan dapat semakin parah... :(

Pada gambar kanan karies sudah mencapai tahap lanjut sehingga berwarna kehitaman. Orang awam sering menyebutnya gigis atau gupis dsbnya. Tapi jangan kuatir Moms, gigi masih bisa dirawat dan diperbaiki kok... (Baca Gigi putih dalam sekejap)


Mengapa gigi balita dapat mengalami karies?
Penyebab karies gigi pada balita sama dengan yang terjadi pada orang dewasa, yaitu terpaparnya gigi dalam waktu yang lama oleh asam sehingga mineral-mineral email gigi larut. Bakteri dalam mulut merubah gula yang berasal dari makanan / minuman menjadi asam.

Namun spesifik pada balita disebabkan karena seringnya anak tertidur sambil mengkonsumi minuman nutrisi dalam dot seperti : susu, jus buah, ASI dll. Sehingga sering juga disebut Karies Susu Botol atau Nursing Bottle Caries
Terendamnya gigi dalam cairan tersebut merupakan tempat yang sangat ideal untuk bakteri berkembang biak dan menghasilkan asam... Moms dapat mengatur kapan dan bagaimana pemberian minuman tersebut sehingga anak tetap mendapat nutrisi yang cukup sekaligus giginya tetap sehat... :)

1. Berikan ASI pada bayi, minimal sampai usia 6 bulan

2. Bila bayi minum menggunakan dot, moms menggendong anak selama pemberian susu, dan ketika anak sudah tertidur baru baringkan ke tempat tidur, TANPA dot. Jangan biarkan anak tertidur dengan dot berisi susu dalam mulutnya.


3. Ketika anak berusia 6 bulan, ia sudah boleh mengkonsumsi makanan/minuman tambahan. Anak dapat mulai diajarkan minum melalui baby/sippy cup. Minuman tambahan dapat diberikan dalam cup tersebut, hal ini akan mengurangi waktu terpaparnya gigi dengan asam

4. Diantara waktu minum susu, berikan anak air putih biasa, TANPA gula

5. Biasakan bersihkan mulut anak sejak dini (bahkan meskipun ia belum tumbuh gigi) menggunakan kain kassa & air hangat minimal 2x sehari, terutama setelah mengkonsumsi minuman atau makan. Perhatikan bagian gigi yang berbatasan dengan gusi, karena merupakan tempat retensi makanan.

6. Lanjutkan kegiatan membersihkan mulut tersebut dan mulai usia 6 bulan dapat menggunakan sikat gigi lembut khusus bayi tanpa pasta gigi. Setelah anak dapat meludah/ mengeluarkan busa pasta gigi, boleh menggunakan sedikit pasta gigi khusus anak, kira-kira sebesar biji jagung. Tetap bantu anak untuk menyikat giginya sampai ia mahir, yaitu sekitar usia 8 tahun.


7. Setelah anak boleh mengkonsumsi makanan tambahan, batasi pemberian jus buah, minuman manis, pada anak, buah-buahan dapat diberikan dalam bentuk buah segar yang sudah dipotong-potong

8. Hindari kontak antara mulut bayi, dot, makanan/minuman bayi dengan mulut ibu/ pengasuh. Hal ini dapat menyebabkan transmisi bakteri ke dalam mulut bayi. Terutama bila ibu/pengasuh memiliki karies gigi yang belum dirawat atau ditambal. Penelitian menyebutkan pada gigi karies yang belum dirawat terdapat lebih banyak bakteri daripada gigi sehat.

9. Ketika anak berusia 1 tahun usahakan agar anak sudah tidak lagi minum menggunakan dot, melainkan menggunakan cup. (Baca Menghentikan kebiasaan anak minum susu botol) Jangan lupa, ajak anak ke dokter gigi anak ketika ia sudah menginjak usia 1 tahun (Baca artikel Mengajak anak ke dokter gigi)

10. Ketika anak sudah boleh mengkonsumsi beragam makanan batasi konsumsi biskuit, cookies, permen, jus buah, soft drink dan minuman manis lainnya. Potongan buah, keju, sayuran, dan sandwich kecil akan lebih bermanfaat untuk kesehatannya.

Nah, tidak sulit bukan untuk mencegah gigi berlubang pada balita? Yuk kita terapkan pada si kecil, karena lebih baik mencegah daripada mengobati kan?

Bila Moms punya pertanyaan, jangan segan-segan lho, silakan tinggalkan komentar atau kirim email, kami akan segera menjawabnya....



Artikel ditulis dan diolah kembali oleh drg. Melissa Antonia, SpKGA berdasarkan Sumber :



"Copying this article is allowed if you mention our Blog as the the source"

"Mengkopi artikel ini diperbolehkan asalkan mencantumkan Blog kami sebagai sumbernya"

41 komentar:

  1. Tanks for infonya ya...

    Anak saya usia 16 bulan. Dia tumbuh giginya pada usia 3 bulan.Sekarang giginya sudah 18. Anak saya tidak suka makanan manis atau minuman manis. Bahkan dia tidak suka susu formula. Dia masih ASI sampai sekarang. Saya juga rajin menyikat giginya setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Yang bikin saya bingung, gigi anak saya gigis. Saya bawa ke dokter, sama dokter di kasih kalsium sama flouride. Kira-kira apa yang salah ya? Kok tetep aja gigis.

    Tolong infonya lagi ya....

    Thank you

    Ibu Ririn

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo ibu rini, terima kasih atas pertanyaannya...
      Sebenarnya untuk mendiagnosa secara tepat apa yg terjadi pada anak ibu kami harus memeriksa secara langsung, namun melalui jawaban ini kami mencoba membantu.

      Masalah karies gigi atau yg sering disebut orang awam "gigis" bermacam2 sebabnya, antara lain lama kontaknya gigi dengan zat yg dapat merusak email. ASI pun kalau pemberiannya kurang tepat dapat menimbulkan karies, misalnya setelah bayi menghisap ASI tidak langsung ditelan sehingga ASI menggenang ketika anak sudah tertidur. Atau kebiasaan anak mengemut makanan yg lama juga bisa menyebabkan karies.

      Selain itu resiko karies gigi tiap anak berbeda-beda, tergantung juga dari keasaman air liur, kekerasan email dan jenis bakteri mulut. Ada orang yg meskipun suka makan permen, dan malas sikat gigi tapi giginya tidak ada yg terkena karies. Sebaliknya ada juga orang yg sudah rajin menyikat gigi, jarang makan makanan manis tapi giginya tetap karies.

      Kemungkinan lain yg bisa terjadi pada anak ibu adalah adanya kelainan struktur email, sehingga emailnya lebih rapuh dan rentan. Namun biasanya hal ini mengenai semua gigi, dan sejak tumbuh pertama kali gigi sudah terlihat kekuningan.

      Terapi pemberian kalsium dan fluor sudah benar untuk memperkuat gigi. Namun kerusakan atau keadaan "gigis" yg sudah terjadi tidak bisa diperbaiki hanya dengan Fluor dan kalsium, melainkan harus dilakukan tindakan penambalan, seperti pada artikel "Gigi Putih Dalam Sekejap"

      Demikian jawaban kami diagnosa sementara pada gigi anak biu. Untuk diagnosa tepatnya ibu bila ada kesempatan ibu dapat mengunjungi klinik kami atau dokter gigi spesialis anak lainnya. Terima kasih

      Hapus
  2. Anak saya umur 20bulan, karies bagian depannya. Saya mau tanya, jadi sebenarnya tidur sambil nenen pun tidak bagus untuk gigi nya ya??
    Aduh, bagaimana ya caranya menghilangkan kebiasaan tidur sambil nenen....
    karna saya baru akan menyapihnya kalau sudah 2tahun...
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo ibu, terima kasih atas komentar dan pertanyaannya, maaf baru sempat membalas komentarnya. Sebenarnya masih menjadi perdebatan diantara para ahli apakah ASI dapat menimbulkan karies gigi atau tidak. Untuk anak diatas usia 6 bulan karena sudah mengkonsumsi PASI, karies bisa saja disebabkan karena pemberian diet PASI yang kurang tepat, atau kontak bakteri dari mulut orangtua / pengasuh.

      ASI apabila diberikan langsung dari payudara ibu (bukan ASI perasan yg diberikan melalui botol) dan diberikan dalam posisi yang benar sehingga ASI langsung masuk ke kerongkongan bayi, tanpa melewati gigi geliginya, tidak akan menimbulkan karies gigi. Menyusu langsung dr puting ibu memerlukan proses aktif dari hisapan bayi baru ASI bisa keluar, berbeda dengan dari botol, cairan akan keluar dengan sendirinya tanpa hisapan bayi. Sehingga apabila bayi sudah tertidur dan tidak ada proses menghisap lagi, ASI otomatis tidak keluar lagi.

      Kebiasaan tidur sambil nenen tidak menimbulkan karies gigi, namun untuk menghindari adanya sisa-sisa genangan ASI di mulut bayi, cobalah untuk melepaskan puting ibu dari anak setelah anak tertidur, dan bila memungkinkan bersihkan sisa-sisa susu di dalam gigi anak dengan kain kassa bersih secara perlahan.

      Demikian jawaban saya, semoga bermanfaat

      Hapus
  3. Dok, putra saya 3th, tp klo minum sufor msh dg botol, dia cm minum klo bobo aza...skg giginya gigis.bagaimana mengatasinya dok, harus dicabut atau tunggu copot sendiri.
    tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. hal ibu, terimakasih atas pertanyaannya.

      Perawatan untuk gigi berlubang atau gigi gigis sedapat mungkin dipertahankan dengan cara penambalan dan perawatan saraf. Karena gigi susu secara normal baru tanggal sekitar usia 5-7 tahun untuk gigi depan (seri) , dan sekitar usia 8-10 tahun untuk gigi belakang (geraham).

      Namun bila keadaan gigi sudah sangat parah dan tidak bisa dirawat lagi, maka gigi tsb sebaiknya dicabut.

      Untuk menentukan perawatan dicabut/dirawat tergantung masing-masing kasus, dan harus diperiksa terlebih dahulu oleh dokter.

      Untuk kasus putra ibu, sebaiknya segera diperiksa oleh dokter gigi, sambil perlahan menghilangkan kebiasaan minum susu botol sambil bobo.
      Demikian jawaban saya, semoga bermanfaat :)

      Hapus
  4. Dokter anak saya 16bln giginy sudah tumbuh 6 (4 seri atas dan @seri bawah) kalau saya perhatikan di 4 gigi atasny sudah muncul semacam noda2 coklat,sedangkan yg bawah tidak...saya jadi kawatir ini sudah tanda2 mau gigis ya Dok? sampai sekarang anak saya minum asi langsung dr saya (tidak melalui botol).

    Yang saya mau tanyakan perawatan seperti apa yg bisa saya lakukan untuk pencegahan gigi2 berikutny ikut gigis, kalau sekarang dibawa ke dentist untuk perawatan rasany tidak mungkin krn dia kan blm bisa duduk anteng apalagi ditambal giginy...mohon informasiny ya Dok...

    Makasih banyak

    Mama Raja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mama Raja, terima kasih atas pertanyaannya.

      Saya tidak bisa mendiagnosa secara pasti apa yang terjadi pada gigi anak ibu. Menurut saya, sebaiknya ibu memeriksakan anak ibu ke dokter gigi spesialis anak untuk mendapatkan diagnosa pasti, apakah benar giginya mulai gigis atau karies, atau mungkin hanya menempelnya noda-noda makanan/minuman pada gigi atau staining.

      Untuk mencegah gigi gigis dapat ditingkatkan kebersihan mulut anak dan membatasi konsumsi makanan yang manis dan lengket.
      Penyebab karies pada gigi balita memang paling sering disebabkan oleh minum susu melalui botol sambil tertidur, namun dapat juga disebabkan oleh konsumasi makanan-makanan manis seperti biskuit, kue-kue, dll.

      Demikian jawaban saya, semoga dapat bermanfaat.

      Hapus
  5. halo dokter anak saya usia 5 tahun tapi mengapa ya giginya terlihat rapuh dan adakah solusinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Moms, maaf baru sempat menjawab pertanyaannya.

      Gigi yang rapuh pada anak dapat disebabkan oleh 2 faktor, yang pertama faktor keturunan / genetik, yang kedua yang paling sering terjadi karena karies gigi.

      Gigi rapuh karena kelainan genetik disebabkan karena pembentukan email yang tidak sempurna atau disebut juga amelogenesis imperfekta. Sedangkan karies gigi biasanya disebabkan oleh pembersihan gigi yang kurang optimal dan seringnya mengkonsumsi makanan manis dan lengket. Cara membedakan kedua hal tersebut pada kerapuhan gigi karena genetik terjadi pada semua gigi dan terjadi sejak gigi pertama tumbuh baik gigi susu maupun gigi tetap.

      Sedangkan bila kerapuhan hanya mengenai beberapa gigi dan tidak terjadi sejak pertama kali tumbuh gigi kemungkinan besar disebabkan karena karies. Untuk dapat memastikan si kecil termasuk yang mana dapat berkonsultasi dengan dokter gigi.

      Solusi untuk mengatasi gigi yang rapuh adalah dengan menjaga kebersihan gigi dan menghindari makanan/minuman yg manis dan lengket, dan juga yang asam. Terdapat juga pasta khusus yang mengandung kalsium dan fluoride untuk dioleskan pada gigi untuk memperkuat gigi. Untuk solusi lebih lengkap dan detil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi agar lebih tepat dengan keadaan giginya.

      Demikian jawaban saya, semoga dapat bermanfaat....

      Hapus
  6. halo dok,
    adik saya usia 6 tahun mengalamai karies gigi depan dan sudah menjalar ke gigi grahamnya. setiap malam kalau dia tidur mengeluarkan banyak saliva (dapat info ada berhubungan dengan masalah pada mulut) saya sempat melihat dengan senter keadaan gigi seri bagian atasnya sudah sampai ke akarnya.. pengobatan apakah yang harus saya lakukan ? saya ingin mengajaknya ke dokter gigi.. apakah harus di cabut semuanya ?
    mohon info dan jawabannya dok..
    terima kasih banyak.
    salam.

    utha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Utha,

      Terima kasih atas pertanyaannya, mohon maaf baru sempat membalas sekarang. Saya tidak bisa menyatakan perawatan yg harus dilakukan bila belum melihat dan memeriksa secara langsung. Oleh sebab itu sebaiknya Utha segera membawa adik ke dokter gigi untuk diperiksa.
      Tidak perlu kuatir, karena belum tentu gigi yg keropos harus dicabut semua, nanti dokter gigi yg akan memeriksa, apakah masih bisa dipertahankan/ perlu dicabut berdasarkan keadaan sisa gigi dan usia si adik.

      Demikian jawaban saya, semoga bermanfaat.

      Hapus
  7. gigi anak saya yang baru berusa 4,5 tahun,sudah mulai berlobang.hal ini di sebabkan jarna dia trauma sikat gigi,.dulu penah tersedak busa odol waktu sikat gigi.sampai sekarang susah sekali di ajak sikat ggi.bagai mana seharusnya,bu?thnks...

    BalasHapus
  8. hallo dok...anak saya usianya masih 4,5 th,tapi gara2 tersedak busa odol saat sikat gigi,sampai sekarang sangat susah untuk di ajak sikat gigi..akibatnya 2 hari yang lalu saya lihat ggi belakang anak saya seperti akan ada lobangnya.dia pun bilang sakit.tap ttap saja ngga mau sikat gigi.pertanyaan saya,apa solusi untuk ggi yang mulai rusak pada balita saya?kalu di cabut apakah boleh atau tdak? trma kasih ,dok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Eka, terima kaish atas pertanyaannya, mohon maaf baru sempat membalas sekarang. Bagus sekali bila ibu sangat perhatian terhadap gigi balita. Solusi untuk gigi balita yg mulai rusak adalah segera berkonsultasi & memeriksakannya ke dokter gigi. Nanti dokter gigi yg akan memutuskan bila gigi masih bisa dirawat / ditambal maka bs dipertahankan.

      Sementara itu tetap usahakan untuk mengajak anak sikat gigi ya bu... gunakan odol sedikit saja, kira2 sebesar biji jagung saja. Buat suasana menyikat gigi seperti kegiatan bermain dan menyenangkan. Selamat mencoba bu :)

      Hapus
  9. hallo dok anak saya usia 2 tahun,sekarang giginya mulai gupis saat usia 1,5 tahun giginya bagus sekali tapi sekarang jadi gupis apa mungkin karena anak saya sudah mulai suka coklat sama permen,atau karena sampe sekarang saya masih memberi ASI, terus penanganan apa yang harus saya lakukan,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Ibu Naning,

      Terima kasih atas pertanyaannya, mohon maaf baru sempat membalas.

      Dalam ilmu kedokteran gigi anak masih terdapat kontroversi apakah ASI dapat menyebabkan karies gigi/ gigi gupis/ gigi berlubang atau tidak. Namun pendapat saya pribadi kemungkinan ASI menyebabkan gigi berlubang sangat kecil selama diberikan dari payudara ibu langsung.

      Gigi berlubang yg terjadi pada anak-anak yg sudah makan padat menurut saya lebih disebabkan oleh makanan2 pendamping ASI-nya daripada ASI itu sendiri.
      Coba cermati makanan2 yg dikonsumsi anak ibu sehari-hari, kurangi makanan2 yg manis,lunak & lengket, seperti biskuit coklat, permen, syrup dll. Coba ganti dengan cemilan asin seperti cracker, keju atau bisa juga buah potong.

      Bersihkan gigi anak dengan seksama, minimal 2x sehari, atau setelah makan makanan manis+lengket.

      Hindari bertukar alat makan, mencium mulut anak bila orang tua/ pengasuh memiliki gigi berlubang yg belum ditambal, karena dapat menyebabkan transmisi bakteri dari mulut orang dewasa ke anak.

      Demikian jawaban saya, semoga bermanfaat :)

      Hapus
  10. halo dok anak saya usia 2 tahun,sekarang giginya gupis padahal saat usia nya 1,5 tahun giginya bagus sekali...apa itu karena anak saya mulai suka makan coklat atau permen, atau karena ASI soalnya sampai saat ini saya membri ASI pada anak saya, bagaimana penanganan yang harus saya lakukan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Ibu Naning,

      Terima kasih atas pertanyaannya, mohon maaf baru sempat membalas.

      Dalam ilmu kedokteran gigi anak masih terdapat kontroversi apakah ASI dapat menyebabkan karies gigi/ gigi gupis/ gigi berlubang atau tidak. Namun pendapat saya pribadi kemungkinan ASI menyebabkan gigi berlubang sangat kecil selama diberikan dari payudara ibu langsung.

      Gigi berlubang yg terjadi pada anak-anak yg sudah makan padat menurut saya lebih disebabkan oleh makanan2 pendamping ASI-nya daripada ASI itu sendiri.
      Coba cermati makanan2 yg dikonsumsi anak ibu sehari-hari, kurangi makanan2 yg manis,lunak & lengket, seperti biskuit coklat, permen, syrup dll. Coba ganti dengan cemilan asin seperti cracker, keju atau bisa juga buah potong.

      Bersihkan gigi anak dengan seksama, minimal 2x sehari, atau setelah makan makanan manis+lengket.

      Hindari bertukar alat makan, mencium mulut anak bila orang tua/ pengasuh memiliki gigi berlubang yg belum ditambal, karena dapat menyebabkan transmisi bakteri dari mulut orang dewasa ke anak.

      Demikian jawaban saya, semoga bermanfaat :)

      Hapus
  11. Anak sya umurnya 22m, bru ketahuan kemarin klo ada kariesnya berupa white spot di gigi depan. Yg mau sya tanyakan apakah white spot masih bisa dihilangkan? Apabila tdk bisa, bagaimana cara mengatasi agar tidak menjalar menjadi lubang gigi? Trimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo,

      Terimakasih untuk pertanyaannya..

      Karies gigi awal (white spot) terlihat secara klinis sebagai lesi putih lunak yang biasanya lokasinya berada dekat gusi, lesi putih yang lunak ini bisa dikerok dan akhirnya akan menimbulkan kavitas/ceruk.

      White spot ini terjadi karena email gigi kehilangan mineralnya karena terbentuknya asam dari makanan manis dan bakteri. White spot ini dapat dicegah supaya tidak berlanjut menjadi lubang gigi yaitu dengan mengembalikan mineral-mineral gigi, caranya dengan meningkatkan kebersihan gigi, mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket, serta secara khusus dokter gigi dapat mengaplikasikan kalsium dan fluoride di klinik gigi. Dengan demikian white spot ini dapat menjadi keras kembali, NAMUN warna putihnya tetap tidak bisa hilang yah momss.. Kalau white spot ini sudah keras kembali, karies ini tidak akan bertambah parah..

      Demikian balasan kami, semoga bermanfaat yah moms..

      Hapus
  12. Hallo,

    Terimakasih untuk pertanyaannya..

    Karies gigi awal (white spot) terlihat secara klinis sebagai lesi putih lunak yang biasanya lokasinya berada dekat gusi, lesi putih yang lunak ini bisa dikerok dan akhirnya akan menimbulkan kavitas/ceruk.

    White spot ini terjadi karena email gigi kehilangan mineralnya karena terbentuknya asam dari makanan manis dan bakteri. White spot ini dapat dicegah supaya tidak berlanjut menjadi lubang gigi yaitu dengan mengembalikan mineral-mineral gigi, caranya dengan meningkatkan kebersihan gigi, mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket, serta secara khusus dokter gigi dapat mengaplikasikan kalsium dan fluoride di klinik gigi. Dengan demikian white spot ini dapat menjadi keras kembali, NAMUN warna putihnya tetap tidak bisa hilang yah momss.. Kalau white spot ini sudah keras kembali, karies ini tidak akan bertambah parah..

    Demikian balasan kami, semoga bermanfaat yah moms..

    BalasHapus
  13. Dok, anak saya berusia 2 tahun. Tp 2 seri bagian atasnya berlubang cukup parah. Sudah ada 3 titik lubang. Saya sudah pernh membawa ke kidzdentalcare dgn dokter mauren. Tp anak saya ketakutan. Akhirnya hanya konsultasi saja tanpa adanya tindakan apapun. Bgmn dok mengatasi gigi yg telah berlubang? Anak saya disuruh sikat gigi jg susah. Saya ingin membawa lg ke kidz dental care puri. Tp saya takut anak saya msh ketakutan dan tdk mau diperiksa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo ibu...

      Terima kasih atas pertanyaannya...
      Bagus sekali kalau ibu sudah sangat memperhatikan gigi si kecil. Memang tidak mudah ya untuk merawat gigi anak balita, terlebih saat membawa mereka ke dokter gigi.
      Sebagian besar anak balita yg datang ke dokter gigi pertama kali pasti menangis karena mereka belum terlalu mengerti apa yg akan dilakukan terhadap dirinya. Namun seiring berjalannya waktu ketika mereka sudah tahu bahwa tindakan perawatan gigi tidak menyakiti dirinya, mereka akan semakin kooperatif.

      Oleh sebab itu dibutuhkan kesabaran esktra baik dari orang tua maupun dokter gigi. Terkadang pada kunjungan pertama mungkin hanya dilakukan perkenalan supaya anak terbiasa, diusahakan juga dengan durasinya yg tidak terlalu lama. Baru pada kunjungan kedua dilakukan tindakan. Saat dilakukan tindakan pun tak jarang juga mereka menangis, namun orang tua tidak perlu kuatir, anak cepat belajar & mengerti kalau sebenarnya hal tsb tidak menyakiti dirinya, sehingga pada kunjungan2 berikutnya akan semakin kooperatif. Hal inilah yg mungkin kemarin menjadi pertimbangan drg. Maureen.

      Untuk gigi yg sudah berlubang dapat dilakukan tindakan penambalan. Namun tindakan ini juga harus diikuti dengan maintainance yg baik di rumah.
      Oleh sebab itu kebiasaan menyikat gigi diusahakan tetap dilakukan sebisanya meskipun sulit. Bila sulit menggunakan sikat gigi, misalnya karena anak tidak mau buka mulut, ibu bisa menggunakan kain kassa steril & air hangat, terutama untuk membersihkan gigi depan atas yg sulit dijangkau dengan sikat gigi. Yg terpenting gigi anak bebas dari sisa-sisa makanan.

      Demikian jawaban dari saya, bila masih ada yg kurang jelas ibu dapat menanyakan kembali baik via email maupun saat kunjungan kembali ke klinik kami.

      Hapus
  14. anak saya wkt umur 1tahun mau sikat gigi tp wkt dia habis terjatuh dan mengenai gigi depanny dia tidak mau sikat gigi lg,sekarang pas umurny 5tahun baru mau sikat gigi lagi mungkin sudah merasakan giginy sakit jadi dia mau sikat gigi,yg mau saya tanyakan apa dari gigi bisa bikin panas badanny?terus klo giginy belum goyang tidak boleh di cabutkan?tp giginy sudah bolong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo ibu Irawati,

      Terima kasih atas pertanyaannya.
      Mungkin dulu saat anak terjatuh dan mengenai gigi terjadi gigi patah dan mengenai saraf gigi, sehingga anak merasa sakit/ tidak nyaman bila sikat gigi.
      Bila gigi berlubang, tidak ditambal/ patah dan mengenai saraf gigi sehingga menimbulkan infeksi/ abses dan bengkak maka bisa saja anak menjadi demam. Namun tidak menutup kemungkinan juga ada penyakit lain yg menyertai sehingga menyebabkan demam. Untuk mengetahui penyebab pasti demam harus dilakukan pemeriksaan menyeluruh.
      Pencabutan gigi bukan tergantung dari goyang atau tidaknya gigi tsb. Bila gigi sudah berlubang parah dan mengalami infeksi yg dapat mengganggu kesehatan mulut, maka sebaiknya/disarankan untuk dicabut meskipun belum goyang.
      Demikian jawaban saya, bila ibu masih memiliki pertanyaan terkait keadaan anak ibu, silaka menanyakan kembali kepada saya, atau saya sarankan ibu memeriksakan si kecil ke dokter gigi terdekat, sehingga bisa mendapat solusi yg terbaik untuk keadaan si kecil.

      Salam untuk si kecil :)

      Hapus
  15. anak saya umur 2,6 tahun dok,,,4 gigi seri atarnya gigis,,,sering dia nangis kesakitan kalo saya tanya katanya giginya sakit,,

    yang saya mau tanyakan apakah giginya harus di cabut ato adakah obat untuk meredakan rasa sakitnya,,,


    perlu di ketahui juga kalo pas kesakitan anak saya seharian tidak mau makan dok

    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Pak Deny,

      terima kasih atas pertanyaannya. Mohon maaf baru sempat membalas sekarang.
      Aduh kasian sekali ya si kecil sakit gigi sampai gak mau makan.
      Untuk perawata gigi yg gigis, tergantung keadaan giginya pak. Kalau sisa jaringan gigi masih bisa dipertahankan maka masih bisa dilakukan perawatan saraf gigi atau ditambal, tapi kalau sisa jaringan gigi sudah tidak memungkinkan untuk ditambal maka solusinya adalah dicabut supaya tidak sakit lagi.

      Sebaiknya pak Deny segera membawa si kecil ke dokter gigi/ drg anak, untuk mendapatkan kepastian perawatan yg terbaik untuk si kecil.

      Obat untuk meredakan rasa sakit hanya membantu meredakan sakit untuk sementara saja, tp bila gigi tidak dirawat, maka ketika efek obat habis, maka sakitnya akan timbul lagi.

      Demikian jawaban saya pak, semoga membantu ya. Terima kasih.

      Hapus
  16. anak saya umur 2,6 tahun dok,,,4 gigi seri atarnya gigis,,,sering dia nangis kesakitan kalo saya tanya katanya giginya sakit,,

    yang saya mau tanyakan apakah giginya harus di cabut ato adakah obat untuk meredakan rasa sakitnya,,,


    perlu di ketahui juga kalo pas kesakitan anak saya seharian tidak mau makan dok

    terimakasih

    BalasHapus
  17. Anak saya usia 1tahun 2 bulan gigi seri bagian atasnya kalo saya liat ada flak kuning ..saya sudah coba membersihkan dengan kain tapi sulit hilang bagaimana mengatasinya karna saya tidak ingin gigi anak saya gupis ..untuk sikat gigi anak saya sulit bila dikasih sikat gigi malah diisap sikat giginya mohon bantuannya agar gigi anak saya kembali putih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo ibu Yayah....

      Terima kasih untuk pertanyaannya...
      Flek kuning bs disebabkan beberapa hal, pertama staining dari makanan/minuman, bila dicoba dibersihkan dengan kain basah flek tsb akan hilang. Namun kalau tidak hilang bisa jadi flek tsb adalah gigi yg berlubang (salah satu cirinya flek tsb berceruk/ cekung) atau bisa juga karang gigi. Namun pada anak-anak biasanya jarang terbentuk karang gigi.
      Bila ibu ingin memastikan penyebab flek kuning tsb, sebaiknya berkonsultasi& memeriksakan si kecil ke drg/ drg. SpKGA

      Untuk penyikatan gigi balita memang sebaiknya tetap dilakukan oleh orang tua, karena gerakan motorik anak belum optimal untuk membersihkah seluruh gigi & mulut. Untuk menyikat gigi depan bisa gunakan kain, & untuk gigi belakang bs gunakan sikat gigi bergagang. Bila memungkinkan menyikatkan gigi anak dengan posisi anak berbaring di pangkuan ibu, sehingga ibu dapat dengan jelas meliat keseluruhan mulut anak.
      Namun apabila sulit lakukan dengan posisi ternyaman menurut ibu.
      Memang suatu tantangan tersendiri untuk menyikatkan gigi anak. Namun bila kegiatan ini dibiasakan & rutin dilakukan, lama kelamaan anak akan mengerti & menurut.
      Selamat mencoba bu :)

      Hapus
  18. anak saya berumur 1,5 tahun di bagian gigi depan terdapat plak berwarna putih apa itu termasuk karies gigi?! bgaimana cra mmbrsihkan plak trsbut?
    soalnya anak sya hobi bgt mkn yg manis" dn mnum susu pke dot ap lg di mlm hri...
    thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Bunda Indhi...

      Terima kasih atas pertanyaannya.... Plak berbeda dari karies. Plak adalah sisa2 makanan yg lunak, berwarna putih kekuningan, atau orang awam sering menyebutnya "jigong".
      Sedangkan karies adalah gigi berlubang yg bisa berwarna kuning, kecoklatan atau bahkan kehitaman. Plak yg tidak dibersihkan dalam waktu yg lama dapat menyebabkan karies.
      Cara membersihkan plak adalah dengan membersihkan / menyikat gigi.
      Bila tidak hilang, kemungkinan bercak putih tsb adalah 'white spot' atau lesi putih, yaitu tahapan awal karies atau hilangnya mineral2 gigi.
      Untuk memastikan apa yg terjadi pada si kecil, bunda dapat memeriksakan & berkonsultasi dengan dokter gigi anak.

      Demikian jawaban saya, semoga dapat bermanfaat.

      Hapus
  19. Dok anal sy 1th... 2 gigi atas dpn sdh tumbub kavitas.... gmn dok cara cegah agar tdk makin parah.... sy rutin gosok gigi nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Ibu Nurma....

      Untuk menyembuhkan gigi yg sudah terlanjur berlubang tidak ada cara lain selain dilakukan penambalan. Namun untuk mencegah supaya tidak bertambah parah dapat disimak tips di link berikut ini : http://kidzdentalcare.blogspot.de/2012/09/tips-mencegah-karies-gigi-pada-balita.html

      Hapus
  20. Halo Dokter,
    Anak saya usia 4th giginya gigis bagian depan. Walaupun sekarang rajin sikat gigi tp kelihatannya sudah agak terlambat. Dia takut sekali kalau ketemu dokter, apalagi dokter gigi. Jadi cuma 2 kali aja saya bawa untuk periksa ke dokter gigi selama ini.
    Terakhir periksa gigi, dokter menyarankan untuk di x-ray giginya untuk melihat mana yg masih bagus dan bisa dipertahankan, dan mana yg harus dicabut. Masalahnya karena anak saya sangat takut maka dokter menyarankan untuk bius total. Jadi bisa dilakukan x-ray sekaligus dirawat/dicabut giginya apabila diperlukan. Pertanyaan saya apakah prosedur bius total ini umum dilakukan untuk kasus anak kecil yang takut diperiksa giginya.
    Terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Ibu...

      Mohon maaf baru membalas sekarang.
      Perawatan gigi anak dengan bius umum/ bius total memang dapat menjadi solusi untuk anak-anak yg belum/tidak mampu kooperatif dirawat di klinik gigi biasa. Prosedur ini sangat efektif sehingga perawatan gigi anak dapat dilakukan dengan aman.
      Klinik kami bekerja sama dengan Siloam Hospital Kebon Jeruk saat ini juga sudah dapat melayani prosedur tersebut. Untuk konsultasi & informasi lebih lanjut silakan hubungi dokter gigi anak kami baik di Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic, Puri Indah, maupun di Kidz Dental at Siloam Hospital Kebon Jeruk.
      Semoga jawaban kami bermanfaat.

      Hapus
  21. Selamat malam dokter..
    Maaf dok.. Apakah fluoride dan kalsium yg disebutkan dpt menghentikan karies gigi tsb bisa dibeli di apotik? Jika bisa,, apakah ada rekomendasi merk tertentu?
    anak saya skrg umur 15 bulan.. White spotnya sudah akan jd warna coklat dok.. Kami tinggal di kota kecil di jawa timur.. Dan tidak ada dokter gigi anak.. Sudah saya bawa ke puskesmas.. Tapi tidak ada solusi dok.. Saya hanya bisa berusaha memberaihkan giginya dgn sikat gigi dan menggunakan kapas yg sudah dibasahi dgn air hangat setelah makan dok..
    sedangkan kami sebagai orang tua tidak ingin karies tsb menjalar lebih banyak lagi dok..
    Mohon pencerahan dari dokter..
    terima kasih sblmnya dokter..

    Eva ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo ibu Eva...
      Terima kasih atas pertanyaannya. Untuk fluoride & calcium sayangnya tidak dijual bebas di Apotik, karena fluoride dalam jumlah yg terlalu banyak juga tidak baik untuk kesehatan secara umum.
      Sebagai gantinya, ibu Eva dapat menggunakan pasta gigi khusus anak yg ada di pasaran, karena pasta gigi anak juga mengandung calcium & fluoride. Bersihkan gigi anak dengan sikat gigi / kapas seperti yg sudah Ibu Eva lakukan, dengan pasta gigi anak tsb, sebesar biji jagung.
      Pembersihan fokuskan terutama pada gigi depan atas , & bagian leher gigi yg berbatasan dengan gusi, karena area2 tsb paling sering terdapat sisa makanan.
      Selain itu perhatikan pula hal-hal lain seperti yg ada di tips-tips diatas.
      Demikian jawaban yg dapat saya berikan, semoga dapat bermanfaat.

      Hapus

Please leave your comments or questions....