Selasa, 14 Mei 2013

Apakah ASI menyebabkan gigi anak berlubang?

Halo Bunda,

courtesy of
www.gettyimages.com
Nah, akhir-akhir ini banyak Bunda yang bertanya bagaimana dengan ASI? Apakah minum ASI di malam hari juga menyebabkan karies? Padahal banyak ibu bekerja yang baru sempat menyusui si kecil di malam hari. 

Pada awal tahun 90an memang sempat ada penelitian yg menyatakan bahwa pemberian ASI di malam hari menyebabkan karies gigi. Namun pernyataan tersebut akhirnya dibantah melalui penelitian-penelitain selanjutnya yang menyatakan TIDAK ada kaitan antara pemberian ASI dan karies gigi.  
Tapi mengapa banyak anak-anak yg minum ASI dan tidak minum susu botol tetap mengalami gigi berlubang?
Yuk, kita bahas fakta-fakta berikut ini...

1. Bukti Arkeologi
Menurut studi arkeologi yang meneliti sisa tulang dan gigi anak balita yg hidup 5000 tahun lalu, ternyata tidak ditemukan adanya karies gigi. Padahal tentunya anak-anak tersebut minum ASI sebagai satu-satunya nutrisi pada masa itu, dan kemungkinan besar juga minum ASI saat malam hari. 

2. Kandungan ASI
ASI memang mengandung laktosa (gula susu), namun juga mengandung Laktoferin, sejenis protein yang bersifat membunuh bakteri, termasuk bakteri penyebab karies gigi, yaitu Streptococcus mutans. (S mutans bekerja mengubah gula dalam mulut menjadi asam. Asam inilah yang melarutkan mineral gigi dan menyebabkan gigi berlubang.)
Beberapa ahli bahkan menyatakan bahwa ASI bersifat memproteksi email gigi karena membunuh bakteri, sehingga proses perubahan laktosa menjadi asam terhenti. 
Namun bila ASI dicampur dengan gula atau makanan lain yg mengandung gula (misalnya biskuit dll) efeknya akan lebih buruk daripada larutan gula itu sendiri. Oleh sebab itu jangan lupa membersihkan gigi si kecil ya Bunda setelah pemberian ASI yang dicampur dengan makanan mengandung gula. 

3. Menyusui langsung vs Botol
Proses menyusui langsung melalui payudara ibu berbeda dengan menyusui melalui botol. Pada posisi menyusui yang benar seluruh areola ibu masuk ke dalam mulut bayi, sehingga ASI langsung masuk ke dalam kerongkongan anak, dan tidak melewati gigi. Sedangkan pada menyusui dengan botol susu menetes dan melewati gigi, baru masuk kerongkongan.


Perbedaan posisi keluarnya susu pada menyusui langsung (kiri) 
dan melalui botol (kanan)
Courtesy of www.brianpalmerdds.com 

Courtesy of www.nativemothering.com

Selain itu ASI baru keluar dari payudara ibu jika ada gerakan aktif menghisap, dan langsung ditelan oleh bayi. 
Hal ini berbeda pada botol susu, susu akan tetap menetes meskipun bayi tidak menghisap / sudah tertidur. 





Nah, berdasarkan fakta-fakta diatas sudah jelas kan Bunda, kalau ASI TIDAK menyebabkan gigi berlubang (karies gigi). 
Namun bukan berarti anak-anak yg minum ASI lantas bebas sepenuhnya dari karies gigi lho... kenapa? Ini sebabnya : 

1. Anak sudah mengkonsumsi MPASI mulai 6 bulan
Ya, karena itu ASI tidak bisa menjadi satu-satunya "tertuduh" penyebab gigi berlubang.
MPASI seperti biskuit , jus buah, madu, makanan/minuman yg lunak, manis dan lengket dapat menyebabkan gigi berlubang. 
Bila ingin memberikan makan tersebut batasi frekuensi pemberiannya. Pemberian sekali sehari dalam jumlah banyak lebih baik untuk kesehatan gigi daripada sedikit-sedikit tapi sering. 
2. Transmisi bakteri dari orangtua / pengasuh 
Sering berbagi alat makan atau mencium mulut si kecil? Sebaiknya hal tersebut tidak lagi dilakukan ya Bunda... apalagi kalau orangtua / pengasuh memiliki gigi berlubang, sisa akar gigi yang belum dirawat atau ditambal. 
Pada mulut yg terdapat gigi berlubang yg tidak dirawat/ ditambal terdapat lebih banyak bakteri-bakteri jahat, dan kontak air liur dapat menyebabkan transmisi bakteri ke mulut bayi. 
Mau cium si kecil? Eitss... cek gigi dulu ! :p
3. Adanya kelainan struktur gigi pada anak 
Gigi susu anak sudah mulai dibentuk saat dalam kandungan ibu. Proses mineralisasi gigi anak bahkan sudah dimulai sejak 4 bulan usia kandungan. Pada masa-masa ini asupan dan kesehatan ibu sangat berpengaruh terhadap kualitas gigi anak. 
Gangguan kesehatan ibu dan kurangnya asupan mineral yg cukup dapat menyebabkan kualitas email gigi yang terbentuk menjadi lunak , sehingga rentan terkena karies gigi. 

Selain itu terdapat juga kelainan genetik yg menyebabkan pembentukan struktur gigi anak tidak sempurna sehingga rapuh dan rentan karies. 
Bila anak memiliki struktur gigi karena hal-hal diatas maka tentunya efek protektif ASI sekalipun tidak dapat menghindarkannya dari karies gigi. 
Lebih lengkap mengenai kelainan struktur gigi ini akan kita bahas di artikel yg lain ya...
Salah satu contoh gambaran kelainan struktur gigi
yang membuat gigi anak rapuh
Courtesy of Kahn, Michael A. in www.core.org.cn

4. Pembersihan gigi yang kurang optimal
Seringkali ibu-ibu yang memberikan anaknya ASI merasa "aman" dan tidak terlalu memperhatikan pembersihan gigi dan mulut sang anak. Hal tersebut kurang tepat karena si anak juga makan makanan lain selain ASI yang mungkin mengandung gula dan sisa-sisanya menempel pada gigi anak. Seperti yg sudah dibahas sebelumnya, ASI dan makanan mengandung gula adalah kombinasi yg buruk untuk kesehatan gigi. 
Oleh sebab itu penting sekali untuk tetap membersihkan gigi dan mulut anak minimal 2 kali sehari 

Nah, sekarang sudah jelas kan hubungan ASI dan karies gigi? Bila Moms masih memiliki pertanyaan silakan menulisnya pada kolom komentar di bawah ini ya Moms...

Artikel ini ditulis berdasarkan studi berbagai sumber ilmiah. Jika Moms tertarik untuk membaca langsung sumber tersebut, hubungi kami dan dengan senang hati kami akan membagikannya :) 

Copying and sharing this article is allowed if you mention our Blog as the source :)

Mengkopi artikel ini diijinkan selama menyebutkan sumber Blog kami :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pardon for our slow response of your comments...