Sabtu, 19 Januari 2008

milk teeth means alot....


Sekilas tentang kesehatan gigi anak, mengapa gigi susu perlu dirawat?
Mungkin kita sering berpikir kalau gigi anak gak perlu dijaga karena toh nantinya akan tanggal dan diganti dengan gigi yang baru...

hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena gigi susu sangat berperan penting dalam kehidupan anak. Ini fakta2nya...


pertama.... Gigi berperan penting dalam proses pencernaan, yaitu pengunyahan
kalo kita makan, makanan kita masuk mulut, lalu dikunyah, ditelan dstnya...
apa yg terjadi kalau kita sedang sariawan misalnya? makanan seenak apa pun pasti rasanya jd gak enak..
begitu juga dengan anak-anak, kalau ada gigi mereka yang sakit, makan pasti jadi tidak nyaman
akibatnya mereka jd malas makan....
atau makanan gak bisa dicerna dengan sempurna...
akibatnya pertumbuhan anak jd terganggu karena kurang nutrisi..... =(

yang
kedua....
gigi anak itu berfungsi untuk menahan ruangan, dan menuntun tumbuhnya gigi tetap supaya mereka bisa tumbuh dengan rapih dan cantik dan tidak berantakan
Bila gigi tetap anak berantakan, merapihkannya diperlukan alat braces alias perawatan ortodontik yang biayanya cukup mahal

Jadi sekarang anda tahu kan kenapa gigi anak jg perlu perawatan?

Yok kita mulai dari sekarang... mulai dari yang mudah aja...

1. Periksa gigi anak anda di rumah ...
apakah ada kekuningan/ kecoklatan/ kehitaman disertai cekungan/ ceruk / permukaan gigi kasar seperti gambar berikut?
Apakah ada bengkak, nanah seperti bisul?

Bila tidak ada.... wah selamat berarti gigi anak anda dalam keadaan sehat....


Kalau ada dari salah 1 diatas....


2. Coba ajak anak anda ke dokter gigi terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut, sebelum jadi tambah parah...meskipun mungkin tidak ada keluhan sakit...
Pilih dokter gigi yang baik, sabar dan menyukai anak-anak....
Sebelum pergi ke dokter gigi, persiapkan anak, ceritakan sedikit bahwa giginya ada yang lubang dan menjadi rumah kuman yang jahat, sehingga lubang perlu ditambal supaya kuman gak bisa tinggal lagi di gigi anak .... (Buat dirinya berimajinasi)

Jangan menakut-nakuti anak atau membuatnya cemas seperti : "Harus nurut ya sm dokter, kalo engga nanti disuntik." Anak akan takut, dan mempunyai opini yang buruk tentang "suntik"


Yang penting nih... ibu juga gak boleh takut dan cemas....

Anak feelingnya sangat kuat dan sensitif, dia dapat merasakan kalau ibunya juga takut dan cemas.....
Dan yang penting lagiii...

3. Biasakan kebiasaan menyikat gigi minimal 2x sehari di rumah... ajak anak untuk sikat gigi bersama anda, berikan sikat gigi yang lucu dan menarik (sekarang sikat gigi anak lucu2 bangettt...) supaya mereka semangat...... =)

sekian dulu posting perdana ini.... Semoga bermanfaat dan dapat menambah informasi dan pengetahuan anda mengenai seputar gigi anak bye God bless u.....


drg. Melissa Antonia

Pediatric Dentist
-Puri Indah, Jakarta-


Thankyou for reading our article... 
This is an Original Article, if you want to copy it, please mention our link as a courtesy... :)
Artikel ini adalah artikel orisinil, jika anda ingin mengutipnya, dimohon mencantumkan link Blog kami sebagai sumber... :) 









6 komentar:

  1. GILA keren aje temen gua yang satu ini... ckckckc.... topp... foot studio dong sambil peluk anak2.. biar ga meninggalkan kesan dokter itu menakutkan bagi anak2...

    ada masukan nih chi.. untuk tanya jawab itu mungkin fontnya bisa dibedakan jadi pembaca lbh bisa mudah membedakan..
    kekekekekkeekkk....

    BalasHapus
  2. Cool blog!!!

    Gw (http://hprimaywati.multiply.com) link ke blog lo ya meicy...

    Hidup Pediatric Dentistry!!!

    BalasHapus
  3. saya mo nanya bagaimana caranya mengatasi anak (5 thn) yg sudah terlanjur trauma sama dokter gigi ya? awalnya berani tapi gara2 balik lagi dokternya beda, dia sptnya pake semprotan yg membuatnya ngilu mungkin, jd gak mau lagi. :(

    BalasHapus
  4. halo bu lenny, terima kasih untuk pertanyaannya... iya anak memang seringkali sensitif dengan hal-hal yg dapat membuatnya tidak nyaman.

    Perlahan beri pengertian kepada anak mengenai pentingnya ke dokter gigi, apa yg akan dilakukan oleh dokter gigi pada giginya dsbnya, dan cobalah untuk kembali ke dokter gigi, buat janji dengan dokter gigi dimana anak merasa nyaman, atau ke dokter gigi khusus anak.

    Janjikan kepada anak untuk memberikan hal-hal kecil kesukaannya bila ia mau ke dokter gigi, seperti membelikan makanan kesukaannya dsbnya. Semoga anak bu lenny mau kembali ke dokter gigi ya...

    BalasHapus
  5. Halo Dok, saya senang sekali mendapat link ke blog ini oleh seorang teman. Sebenarnya saya mempunyai masalah dengan gigi anak saya yang berumur 20 bulan. Satu bulan belakangan ini saya melihat salah satu gigi seri atasnya agak kecoklatan dan begitu juga dengan salah satu geraham atasnya. Awalnya saya gak yakin, masak giginya yang baru tumbuh sudah mau rusak (caries), padahal giginya belum tumbuh semua (baru 12 gigi). Lagipula anak saya tidak pernah tertidur sambil minum susu. Biasanya setelah minum susu beberapa saat kemudian baru tidur (tapi memang masih menggunakan dot). 2 minggu yang lalu saya mengajak anak saya ke dokter gigi anak. Setelah diperiksa, ternyata hampir semua giginya agak kecoklatan. Setelah itu giginya langsung ditindak dengan dikorek-korek dengan alat dan disemprot sesuatu, dan dilakukan dengan pemaksaan dengan dipegang kepala, tangan dan kakinya sampai anak saya menangis sepanjang tindakan. Hal ini membuat saya merasa menyesal karena harus memaksanya. Sehabis itu setiap kali saya ajak menyikat giginya dia pasti menangis tidak mau. Saya sudah lakukan banyak macam cara untuk membujuknya dari yang baik-baik sampai saya paksa. Saya takut kalau tidak sikat gigi, nanti giginya akan cepat kecoklatan lagi. Pertanyaan saya Dok:
    1. Apakah betul gigi anak itu bermacam-macam, ada yang lebih cepat membuat makanan menempel karena permukaan emailnya lebih kasar dan ada yang lebih licin sehingga makanan tidak mudah menempel?
    2. Jika memang betul, faktor apa saja yang mempengaruhinya dan bagaimana caranya supaya gigi yang seperti itu (permukaan emailnya kasar) tidak cepat rusak?
    3. Apakah ada cara mengajari anak saya menyikat giginya, karena kemungkinan dia sudah trauma dengan sikat gigi?
    4. Perlukah saya memaksanya sampai harus menyikat gigi dengan benar pada usia sedini itu?
    Mohon maaf sebelumnya kalau ceritanya cukup panjang. Semoga Dokter berkenan menjawabnya. Terima kasih.

    BalasHapus
  6. Halo Ibu Ervina, terima kasih atas pertanyaannya....
    Sebelum membahas lebih lanjut, perlu dibedakan dahulu "kecoklatan" yg mungkin terjadi pada gigi si kecil. Bila kecoklatan disertai ceruk/ cekungan / kerusakan pada permukaan gigi (Seperti gambar pada artikel "Karies Gigi pada Balita") berarti termasuk karies gigi.

    Tapi bila hanya warna coklat pada permukaan gigi, tanpa ada cekungan & tidak ada kerusakan permukaan gigi berarti termasuk staining atau menempelnya zat-zat warna pada gigi, seperti yg terjadi bila teh/kopi dalam gelas lama kelamaan meninggalkan bekas warna kecoklatan pd gelas.

    Penyebab kedua hal ini (karies dan staining) berbeda, penanganan & bahaya dari keduanya pun berbeda.
    Karies gigi bila dibiarkan berbahaya karena bisa menyebabkan sakit gigi, bengkak, dsbnya. Perawatannya dengan penambalan, perawatan saraf dsbnya.
    Sebaliknya staining bila dibiarkan tidak berbahaya, hanya saja menganggu estetik karena gigi jadi berwarna coklat kehitaman. Penanganannya adalah pembersihan staining di dokter gigi.

    Kerentanan tiap anak berbeda-beda baik terhadap karies maupun staining. Tergantung pada jenis bakteri, kekentalan air liur, kekuatan gigi seseorang dll.

    Karies gigi pada balita memang sering terjadi karena minum susu botol sampai tertidur, namun dapat juga disebabkan oleh diet yang kurang tepat seperti sering mengkonsumsi makanan/minuman yg manis & lengket, seperti permen, sirop, madu dll, dan pembersihan yang kurang tepat.
    Karies gigi dapat dicegah dengan mengendalikan faktor2 penyebabnya. Lebih lengkapnya dapat dibaca di artikel kami "Karies Gigi pada Balita" dan "Gigi Anak Gigis kenapa ya?"

    Pada Staining, bisa disebabkan oleh seringnya mengkonsumsi makanan/minuman yg memiliki warna tertentu seperti kopi, teh, susu coklat, atau bisa juga disebabkan oleh aktivitas bakteri tertentu dalam mulut yg dipicu oleh tingginya kadar zat besi dalam liur seseorang. Banyaknya bakteri penyebab staining tsb jg berbeda-beda tiap orang, sehingga ada orang yg setelah dibersihkan gigi cepat kembali berwarna kecoklatan.

    Saya tidak dapat mendiagnosa secara tepat apa yg terjadi pada anak ibu karena tidak melihat secara langsung, namun secara umum penting sekali bagi kita untuk menjaga kebersihan gigi & mulut anak.

    Segala yg dipaksa tentulah kurang baik, namun demi kesehatan mereka, kita berusaha untuk menanamkan kebiasaan yg baik pada anak sejak dini. Tentunya hal ini membutuhkan waktu & kesabaran. Anak balita biasanya menangis bila ia merasa tidak nyaman, tidak suka, takut, atau tidak mengerti apa yg terjadi pada dirinya. Namun ibu tidak perlu kuatir ia tidaklah trauma terhadap sikat gigi. Dengan kesabaran, pengertian & pembiasaan lama kelamaan anak akan mengerti dan tidak menangis lagi.

    Coba buat kegiatan menyikat gigi menjadi kegiatan yg menyenangkan bersama-sama. Misalnya beli sikat gigi & pasta gigi lucu, perlihatkan kepada anak bahwa ibunya jg menyikat giginya (biasanya anak akan meng-copy orang tuanya), atau adakan kegiatan saling menyikatkan gigi, si anak menyikatkan gigi ibu, ibu menyikatkan gigi anak, anak menyikatkan gigi boneka dsbnya.
    Bila sulit menyikatkan gigi anak dengan sikat gigi, ibu juga bisa menggunakan kain kassa / sikat gigi silicon yg dilekatkan pada jari dan kemudian membersihkan gigi anak. Berikan pujian, pelukan atau hadiah kecil yg ia sukai bila ia berhasil melakukan sesuatu yg baik.

    Demikian yg dapat saya jelaskan, semoga bermanfaat & selamat mencoba :D.

    BalasHapus

Pardon for our slow response of your comments...